Kamis, 07 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Buntut 80 Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis, Pemkab Bantul Desak SPPG Setop Beroperasi

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
14/04/2026, 18:00 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Buntut 80 Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis, Pemkab Bantul Desak SPPG Setop Beroperasi

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji.Foto:ANT

fin.jogja.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengambil langkah tegas menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Jetis. Otoritas setempat mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pemasok menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menghentikan operasional sementara waktu.

Insiden ini mencuat setelah puluhan pelajar dan guru mengeluhkan gejala mual, diare, hingga pusing usai mengonsumsi paket makanan yang dibagikan pada Senin, 13 April 2026.

Desakan Penghentian Sementara Operasional SPPG

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, menyatakan bahwa pihaknya melalui Satgas Kabupaten berharap ada penghentian aktivitas di unit penyedia makanan tersebut. Langkah ini perlu diambil hingga penyebab pasti keracunan terungkap melalui hasil uji teknis.

"Kami dari Satgas Kabupaten berharap SPPG tutup dulu sementara hingga penyebabnya jelas. Namun, karena kewenangan berada di pusat, pihak korwil sudah melaporkan kejadian ini dan kami masih menunggu keputusan resmi," ujar Hermawan saat dikonfirmasi pada Selasa 14 April 2026.

Jumlah Korban Mencapai 80 Orang

Advertisement

Data terbaru menunjukkan skala dampak keracunan ini meluas hingga menyentuh angka 80 orang. Rinciannya terdiri dari 77 murid SMPN Jetis, serta dua guru dan satu murid dari SMP swasta di wilayah yang sama. Beruntung, otoritas kesehatan memastikan seluruh korban saat ini sudah dalam kondisi terkendali setelah mendapatkan penanganan medis.

Kronologi kejadian bermula saat para siswa menyantap menu MBG yang berisi nasi, ayam bakar, sayur sawi, tahu goreng, dan buah semangka. Gejala keracunan baru muncul keesokan harinya, Selasa pagi. Pihak sekolah segera melarikan para siswa yang menunjukkan gejala ke Puskesmas 2 Jetis untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Menunggu Hasil Uji Laboratorium Dinkes

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Samsu Aryanto, mengonfirmasi bahwa tim medis telah bergerak cepat mengambil sampel sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Hingga saat ini, Dinkes belum bisa menyimpulkan komponen makanan mana yang terkontaminasi bakteri atau zat berbahaya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat dan pihak sekolah untuk tetap tenang sambil menunggu hasil resmi dari laboratorium. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis agar standar keamanan pangan dan kebersihan di unit penyedia makanan (SPPG) lebih diperketat demi keselamatan siswa.


Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id