Kamis, 07 Mei 2026
--°C --
-- · --
Lifestyle

Jelajah Rasa di Kota Pelajar: 4 Kedai Kopi Legendaris Yogyakarta yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
30/04/2026, 17:21 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Jelajah Rasa di Kota Pelajar: 4 Kedai Kopi Legendaris Yogyakarta yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan

Tiga cangkir kopi hitam mengepul di atas meja kayu gerobak angkringan tradisional Yogyakarta dengan latar belakang lampu hangat yang estetik.Foto:Instagram

fin.co.id – Predikat Yogyakarta sebagai Kota Pelajar dan destinasi wisata unggulan di Indonesia tidak hanya bersandar pada institusi pendidikan atau situs sejarahnya saja. Kota ini juga menyimpan kekayaan budaya kuliner melalui deretan kedai kopi legendaris yang menawarkan pengalaman otentik bagi para pelancong. Mulai dari sajian pinggir jalan yang bersahaja hingga kafe berkonsep modern, berikut adalah empat rekomendasi coffee shop ikonik yang wajib Anda sambangi.

1. Angkringan Lik Man: Pelopor Fenomena Kopi Joss

Jika berbicara mengenai kopi di Yogyakarta, Angkringan Lik Man adalah nama yang mustahil untuk dilewatkan. Meskipun beroperasi menggunakan gerobak sederhana, tempat ini merupakan titik awal lahirnya fenomena kopi joss yang mendunia. Berdiri sejak tahun 1950-an oleh Prawira, usaha ini kemudian diteruskan oleh sang putra, Lik Man, pada tahun 1968.

Keunikan tempat ini terletak pada teknik penyajiannya yang memasukkan bara arang panas ke dalam gelas kopi, menciptakan suara "joss" yang khas. Inovasi inilah yang membawa nama Lik Man melambung tinggi hingga menjadikannya sebagai salah satu simbol kuliner malam di kawasan Stasiun Tugu.

2. Warung Kopi Klotok: Pesona Desa di Lereng Merapi


Bergerak ke arah utara di kawasan Kaliurang, Warung Kopi Klotok menawarkan suasana pedesaan yang kental. Berdiri sejak 2015, kedai milik Bu Yani ini menyajikan metode penyajian unik di mana kopi diseduh langsung menggunakan panci di atas tungku arang.

Selain rasa kopinya yang kuat, daya tarik utama tempat ini adalah pemandangan persawahan seluas 3 hektare yang memanjakan mata. Antrean panjang wisatawan setiap harinya membuktikan bahwa kombinasi kudapan rumahan dan lanskap hijau lereng Merapi menjadi magnet yang sangat kuat bagi pengunjung luar daerah.

3. Warung Kopi Blandongan: Nuansa Klasik di Banguntapan

Terletak di Banguntapan, Bantul, Warung Kopi Blandongan menjadi saksi bisu perkembangan tren ngopi di Yogyakarta sejak dibuka tahun 2000 oleh seorang mahasiswa asal Gresik. Kedai ini menonjolkan arsitektur rumah kuno yang asri, memberikan kesan seolah-olah sedang menikmati kopi di rumah sendiri.

Sang pemilik, Pak Badrun, sengaja mempertahankan konsep tradisional ini untuk menghadirkan cita rasa kopi khas Gresik yang autentik namun tetap terjangkau. Selain kopi, pengunjung juga dapat menikmati aneka hidangan ringan dan jus di tengah kesejukan udara Bantul.

4. Filosofi Kopi: Kolaborasi Literasi dan Pengalaman Modern

Bagi penikmat kopi yang mencari sentuhan modern dengan nuansa tradisional, Filosofi Kopi di Ngaglik, Sleman, adalah jawabannya. Nama besar kedai ini meledak setelah adaptasi film dari buku karya Dee Lestari pada tahun 2015, yang dimiliki oleh aktor kenamaan Chicco Jerikho dan Rio Dewanto.

Cabang Yogyakarta ini menempati bangunan joglo tua yang elegan dan asri, memberikan customer experience yang sangat berbeda dari kedai kopi kebanyakan. Perpaduan antara kualitas pastry kelas atas dan aroma kopi pilihan menjadikan tempat ini sebagai destinasi wajib bagi mereka yang mengapresiasi estetika dan gaya hidup modern di tengah kearifan lokal.




Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id