PSS Sleman Selangkah Menuju Super League, Sri Sultan HB X Tekankan Konsistensi dan Mutu Pemain
Foto Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memberikan keterangan pers di Kompleks Kepatihan mengenai perkembangan sepak bola di DIY.Foto:IG@humasjogja
jogja.fin.co.id – Harapan publik bola Sleman untuk melihat PSS Sleman kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League, mendapat perhatian khusus dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Penguasa Mataram ini menyambut positif performa Laskar Sembada yang kini berada di ambang promosi.
Hingga saat ini, PSS Sleman masih memimpin klasemen Grup Timur Championship 2025/2026 dengan raihan 53 poin. Meskipun poin tersebut sama dengan koleksi Persipura Jayapura di peringkat kedua, PSS tetap berhak di posisi puncak lantaran unggul secara head-to-head.
"Syukurlah, kita harus bergembira karena memang naik kelas. Sekarang yang penting itu konsistensi," ujar Sultan saat ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Kamis 30 April 2026.
Strategi Rekrutmen dan Sindiran Halus Sultan
Jika nantinya resmi berlaga di Liga 1 atau Super League, Sultan meminta manajemen PSS Sleman untuk lebih serius dalam merombak komposisi tim. Ia menyarankan agar manajemen mencontoh pola yang diterapkan PSSI dalam membangun Tim Nasional, yakni terus mencari pemain dengan kualifikasi yang lebih tinggi.
Menurut Sultan, kualitas pemain yang direkrut menjadi syarat mutlak jika ingin berbicara banyak di kasta tertinggi, bukan sekadar pelengkap kompetisi. Ia bahkan sempat berkelakar mengenai logika tim yang ingin juara namun enggan berinvestasi pada pemain berkualitas.
"Ha nek kualifikasi yang main aja di bawah kok njaluk (minta) menang dan juara, yo rak isa (tidak bisa), kudune kipere papat (harusnya kipernya empat)," kelakar Sultan diiringi tawa.
Rivalitas Sehat dengan PSIM Jogja
Kenaikan kasta PSS Sleman juga membuka peluang terjadinya derbi DIY di kompetisi yang sama musim depan bersama PSIM Jogja. Menanggapi potensi pertemuan dua tim besar dari wilayah yang dipimpinnya tersebut, Sultan berpesan agar kedua kelompok suporter dan manajemen mengedepankan sportivitas.
"Ya rival ndak ada masalah untuk kompetisi, asal sehat aja. Kompetisi itu bukan untuk berkelahi, itu untuk permainan untuk bisa makin kualitatif," tegas Sultan.
Laga Hidup Mati Melawan PSIS
Kepastian tiket promosi langsung PSS Sleman kini bergantung pada hasil pertandingan terakhir melawan PSIS Semarang akhir pekan ini. Jika mampu mengamankan tiga poin di Stadion Maguwoharjo, koleksi 56 poin milik PSS tidak akan mungkin lagi terkejar oleh tim lain, sekaligus mengunci status Juara Grup Timur.
Sebelumnya, Pelatih PSS, Ansyari, menekankan kepada anak asuhnya untuk tidak menggantungkan nasib pada hasil pertandingan tim lain. Mental petarung dan fokus penuh menjadi tuntutan utama bagi para pemain untuk merayakan kelolosan di hadapan pendukung sendiri.