Kamis, 07 Mei 2026
--°C --
-- · --
Eksplore Jogja

Vania Ulayya: Membawa Cinta Almarhum Ayah dalam Perjalanan Haji Termuda dari Bantul

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
01/05/2026, 16:07 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Vania Ulayya: Membawa Cinta Almarhum Ayah dalam Perjalanan Haji Termuda dari Bantul

Vania Ulayya, jemaah haji termuda asal Kabupaten Bantul berusia 14 tahun, saat berada di embarkasi sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.Foto:IG

jogja.fin.co.id — Di tengah hiruk pikuk jemaah haji di Embarkasi Yogyakarta, sosok Vania Ulayya menonjol bukan karena usianya yang masih belia, melainkan karena ketenangan yang ia pancarkan. Remaja berusia 14 tahun asal Krajan, Poncosari, Srandakan, Bantul ini tercatat sebagai jemaah haji termuda dari Kabupaten Bantul pada musim haji tahun ini.

Keberangkatan Vania bukan perjalanan ibadah biasa, melainkan sebuah amanah besar. Siswi kelas 8 SMPIT Assalaam Sanden ini berangkat ke Tanah Suci untuk menggantikan almarhum ayahnya, Murdiyono, yang berpulang pada 5 Maret 2025 akibat penyakit gagal ginjal. Kepergian sang ayah menjadi titik balik bagi putri tunggal pasangan Heni Dwi Hastuti dan Murdiyono ini untuk mematangkan mental spiritualnya di usia yang sangat muda.

Saat ditemui di lobby hotel transit di Kulon Progo sehari sebelum terbang, Vania mengaku perasaannya campur aduk antara bahagia dan haru. Ia merasa perjalanannya ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

Kematangan Spiritual di Usia Belia

Meskipun masih berstatus pelajar, Vania menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam memaknai ritual rukun Islam kelima ini. Selama proses persiapan, ia mengaku banyak belajar untuk meluruskan niat agar ibadah yang dijalaninya murni karena Tuhan. Vania juga menceritakan bagaimana proses ini membuatnya lebih rajin dalam beribadah harian seperti salat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.

Proses pembentukan diri ini ia jalani dengan penuh rasa syukur dan tawakal. Vania mengungkapkan keinginannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa membahagiakan orang tuanya melalui perjalanan spiritual ini. Keteguhannya terlihat dari motto hidup yang ia pegang teguh, yakni mensyukuri hari ini dan menjalani hari esok dengan penuh harapan.

Ketua Kloter 7 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan Vania. Nur Hasanah menyebut Vania sebagai sosok yang luar biasa karena mampu memahami makna mendalam ibadah haji di usia dini. Ia berharap kehadiran jemaah muda seperti Vania dapat menjadi inspirasi bagi jemaah lainnya.

Doa untuk Dunia dan Akhirat

Advertisement

Ibundanya, Heni Dwi Hastuti, tak mampu membendung air mata saat melihat putrinya mendapatkan kesempatan istimewa ini. Ia meyakini bahwa keberangkatan Vania merupakan jawaban atas doa almarhum ayahnya. Heni juga mengamati perubahan positif pada diri Vania yang kini jauh lebih sabar dan dewasa dalam bersikap.

Harapan besar sang ibu adalah agar Vania diberikan perlindungan serta kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci hingga kembali menjadi hajjah yang mabrurrah. Di Baitullah nanti, Vania telah menyiapkan doa khusus untuk memohon kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id