Kamis, 07 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

MERESAHKAN! Kelompok Remaja Ngluwar Bawa Celurit di Jalan Magelang, Nyali Ciut Saat Dikepung Warga

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
03/05/2026, 12:11 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
MERESAHKAN! Kelompok Remaja Ngluwar Bawa Celurit di Jalan Magelang, Nyali Ciut Saat Dikepung Warga

Warga Tempel mengamankan remaja membawa senjata tajam celurit lalu diserahkan ke pihak kepolisian.Foto:IG@magelangraya

jogja.fin.co.id – Aksi meresahkan sekelompok remaja bersenjata tajam kembali pecah di kawasan Jalan Magelang, Tempel, Sleman. Tim Polsek Tempel bersama warga berhasil meringkus lima remaja yang kedapatan membawa celurit setelah terlibat aksi saling tantang dengan pengendara lain pada Sabtu 2 Mei 2026 siang.

Insiden ini bermula saat korban berinisial ASLW (18) sedang melintas menuju arah Yogyakarta. Saat berada di wilayah Tempel, rombongan pelaku tiba-tiba meneriaki dan memprovokasi korban. Tak hanya serangan verbal, salah satu pelaku bahkan nekat mengayunkan gesper hingga mengenai helm korban.

Aksi Kejar-kejaran Hingga ke Dalam Perumahan

Merasa terancam, korban dibantu warga sekitar langsung melakukan pengejaran terhadap rombongan remaja tersebut. Pelarian para pelaku berakhir di kawasan Perumahan Margorejo Asri, Margorejo, Tempel. Di lokasi inilah, warga dan aparat kepolisian berhasil mengepung dan mengamankan kelima remaja tersebut tanpa perlawanan berarti.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengonfirmasi bahwa petugas menemukan satu bilah celurit yang disembunyikan salah satu pelaku. "Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan senjata tajam jenis celurit yang dibawa oleh pelaku berinisial BS," ujar Iptu Argo pada Minggu 3 Mei 2026.

Pelaku Masih di Bawah Umur

Advertisement

Berdasarkan data kepolisian, kelima remaja yang diamankan merupakan warga Ngluwar, Magelang. Mirisnya, mayoritas dari mereka masih berusia sangat belia, yakni AZA (14), AS (14), BS (14), AFB (14), dan ASA (15). Kepada penyidik, BS mengaku membawa celurit tersebut dengan cara diselipkan di bagian perut dengan alasan untuk berjaga-jaga dari serangan pihak lain.

Kini, kelima remaja tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tempel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pihak kepolisian juga memberikan peringatan keras kepada para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak di luar rumah.

"Kami mengimbau masyarakat, terutama remaja, agar tidak membawa senjata tajam karena berpotensi menimbulkan tindak pidana. Peran orang tua sangat krusial dalam memastikan anak mereka tidak terjerumus dalam kejahatan jalanan," tegas Iptu Argo.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id