GEGER! Pelari One Run Jogja Tiba-tiba Dihajar OTK Saat Ambil Minum di Jalan Mataram
Ilustrasi event lari One Run Jogja 10K.Foto:jogja.10k.run
jogja.fin.co.id– Pelaksanaan event lari "One Run Jogja 10K" yang seharusnya berlangsung meriah berubah mencekam. Seorang pemuda berinisial YG (21) menjadi korban penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK) saat sedang melintasi jalur perlombaan di kawasan Jalan Mataram, Kota Yogyakarta, Minggu 3 Mei 2026 pagi.
Insiden ini viral setelah rekaman video amatir beredar luas di jagat maya. Dalam cuplikan tersebut, terlihat seorang pria berbadan tambun terlibat adu mulut dengan warga di sekitar area water station. Situasi semakin tidak terkendali ketika pria tersebut mulai mengamuk dan melakukan tindakan fisik terhadap peserta lari.
Kronologi Serangan Mendadak
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, korban YG tengah menepi sejenak untuk mengambil air minum guna menghidrasi tubuh di tengah perlombaan. Secara tiba-tiba, pelaku yang tersulut emosi akibat sorakan pelari lain, melampiaskan amarahnya kepada YG dengan pukulan tangan kosong.
"Korban mengalami rasa sakit yang cukup hebat pada bagian kepala, leher, dan pundak akibat serangan tersebut," ungkap Ps Kasihumas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, saat dikonfirmasi pada Senin 4 Mei 2026.
Meski mengalami cedera, YG menunjukkan sportivitas tinggi. Setelah mendapatkan penanganan medis darurat berupa kompres dari tim kesehatan di lokasi, ia memilih tetap melanjutkan lari hingga mencapai garis finis.
Agresi Terhadap Petugas dan Proses Hukum
Tidak hanya menyerang pelari, pria tersebut juga sempat bersikap agresif kepada petugas Kepolisian Lalu Lintas dan Dinas Perhubungan yang mencoba meredam suasana. Pelaku bahkan dilaporkan sempat melempar helm ke arah tenda water station yang dipenuhi panitia dan peserta.
"Aparat di lapangan sudah berupaya menenangkan, namun yang bersangkutan tetap emosional bahkan mencoba menyerang petugas. Akhirnya, pelaku diminta meninggalkan lokasi karena sangat mengganggu jalannya acara," tambah keterangan resmi kepolisian.
Menanggapi laporan masyarakat dan bukti digital yang kuat, jajaran Polresta Jogja bergerak cepat dengan mengamankan pelaku pada Minggu siang. Namun, dalam perkembangan terbaru, kasus ini tidak berlanjut ke meja hijau.
Iptu Dani Hasan menjelaskan bahwa kedua belah pihak, baik korban maupun pelaku, telah bertemu dan sepakat untuk mengakhiri perselisihan tersebut. "Pihak korban dan pelaku sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan," tutupnya.