Kamis, 07 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Wabup Sleman Wanti-wanti Sapi 'Drop-dropan' Luar Daerah, Pastikan Bebas PMK dan Antraks

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
05/05/2026, 21:05 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Wabup Sleman Wanti-wanti Sapi 'Drop-dropan' Luar Daerah, Pastikan Bebas PMK dan Antraks

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat memberikan arahan terkait pengawasan kesehatan hewan kurban di kelompok ternak.Foto:IG@humassleman

jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil langkah proaktif untuk menjamin keamanan masyarakat yang akan berkurban pada Iduladha 1447 H. Fokus utama saat ini tertuju pada pengawasan ketat terhadap masuknya hewan ternak dari luar wilayah.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan peringatan keras kepada para pedagang dan kelompok ternak agar mewaspadai kondisi kesehatan sapi hasil kiriman atau "drop-dropan" dari luar daerah.

Langkah ini diambil mengingat ketersediaan sapi lokal di Sleman saat ini hanya mencapai 3.800 ekor, sementara kebutuhan masyarakat diprediksi melampaui 9.000 ekor. Defisit yang mencapai ribuan ekor tersebut memaksa Sleman untuk mendatangkan pasokan dari wilayah lain, yang secara otomatis meningkatkan risiko penularan penyakit jika tidak diawasi secara intensif.

Pengawasan Kandang Menjadi Prioritas Utama

Danang Maharsa menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan dengan masuknya bibit penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Antraks. Oleh karena itu, skema pemantauan rutin di kandang-kandang kelompok ternak kini semakin ditingkatkan frekuensinya. Petugas diterjunkan untuk memastikan setiap sapi yang baru datang segera mendapatkan pemeriksaan kesehatan sebelum didistribusikan ke konsumen.

"Kita memang harus memantau terus karena untuk memenuhi persediaan kan kita tidak mungkin dari sini (Sleman) saja," ujar Danang saat menjelaskan perlunya kewaspadaan terhadap sapi luar daerah. Ia menambahkan bahwa meski saat ini kondisi ternak di Sleman relatif aman, kedatangan sapi dari luar tetap menjadi variabel risiko yang harus dikendalikan.

Mobilisasi Petugas di Lapangan

Advertisement

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman juga telah menyiapkan tenaga lapangan untuk melakukan pendataan dan pemantauan kesehatan secara menyeluruh. Pengawasan tidak hanya menyasar kandang kelompok, tetapi juga menjangkau sekitar 300 titik "pasar tiban" yang diperkirakan muncul mendekati Iduladha.

Upaya preventif ini mencakup pengecekan fisik hewan dan validasi dokumen kesehatan ternak dari daerah asal. Langkah tersebut menjadi komitmen Pemkab Sleman dalam menjaga status bebas penyakit menular pada hewan kurban, sekaligus memberikan rasa aman bagi para sohibul kurban di wilayah Bumi Sembada. Masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti dalam membeli hewan kurban dan memastikan ternak tersebut telah melalui proses verifikasi kesehatan dari petugas berwenang.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id