Kamis, 07 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Lawan Cuaca Ekstrem, DIY-Bengkulu Perkuat Aliansi Ketahanan Pangan untuk Stabilkan Inflasi

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
06/05/2026, 09:29 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
 Lawan Cuaca Ekstrem, DIY-Bengkulu Perkuat Aliansi Ketahanan Pangan untuk Stabilkan Inflasi

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti. Foto:ANT

jogja.fin.co.id – Pemerintah Provinsi DIY dan Bengkulu sepakat membangun aliansi strategis untuk membentengi ekonomi daerah dari ancaman inflasi pangan. Langkah ini menjadi respons nyata atas ketidakpastian iklim yang kian mengancam rantai pasok komoditas utama di Indonesia.

Sinergi tersebut mengemuka dalam forum Capacity Building dan Benchmarking Visit Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu di Yogyakarta, Selasa 5 Mei 2026. Pertemuan ini mempertemukan para pengambil kebijakan dari kedua wilayah untuk merumuskan integrasi pengendalian harga dari hulu hingga hilir.

Mandiri Pangan Lewat Kolaborasi

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa tidak ada satu pun daerah yang benar-benar mampu berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Menurutnya, kerja sama antardaerah (KAD) bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen vital untuk mempertemukan wilayah surplus dan defisit secara terencana.

"TPID kini tidak boleh hanya bersifat responsif saat harga melonjak. Kita harus antisipatif melalui pemetaan risiko dan inovasi kebijakan yang tepat sasaran," tegas Ni Made.

Ia menambahkan, stabilitas inflasi merupakan fondasi mutlak bagi keberlanjutan pembangunan. Inflasi yang terjaga tidak hanya melindungi daya beli rakyat, tetapi juga memberikan kepastian iklim usaha yang sehat di daerah.

Menjinakkan Dampak Perubahan Iklim

Advertisement

Tantangan pengendalian harga saat ini semakin berat akibat cuaca ekstrem yang mengganggu jadwal tanam dan panen petani. Guna mengatasi hal ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menekankan pentingnya akurasi data stok pangan nasional.

Sudibyo menjelaskan bahwa DIY telah lama mempraktikkan skema KAD untuk komoditas hortikultura seperti cabai dengan wilayah Sumatera, dan kini mulai menjajaki kerja sama serupa dengan Kalimantan serta NTT. Strategi ini terangkum dalam kerangka 4K: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.

Inovasi dari Akar Rumput

Selain kerja sama lintas provinsi, DIY memperkenalkan berbagai inovasi pusat referensi harga seperti Kios Segoro Amarto, Warung MRANTASI, hingga Toko Kendil Simbok. Program-program ini berfungsi sebagai penyeimbang harga di pasar agar spekulasi tidak merugikan konsumen.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, memberikan apresiasi tinggi terhadap model pengendalian inflasi di DIY. Ia optimistis sinergi antara Bengkulu dan Yogyakarta akan mempercepat pemerataan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga di kedua wilayah.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id