Jumat, 08 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Sleman Kuasai 57% Investasi DIY, Buktikan Diri Sebagai Wilayah Paling Seksi Bagi Investor

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
07/05/2026, 22:45 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Sleman Kuasai 57% Investasi DIY, Buktikan Diri Sebagai Wilayah Paling Seksi Bagi Investor

Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, S.Si, MT saat memaparkan capaian investasi Triwulan I 2026 dalam acara jumpa pers.Foto:HumasSleman

jogja.fin.co.id – Kabupaten Sleman semakin mengukuhkan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi utama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada Triwulan I tahun 2026, Bumi Sembada ini berhasil mencatatkan realisasi investasi yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp1,15 triliun.

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan mencerminkan kepercayaan tinggi para pemodal terhadap stabilitas ekonomi daerah. Tercatat, kontribusi investasi Sleman menyumbang 57 persen dari total capaian investasi se-DIY yang berada di angka Rp2,014 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Triana Wahyuningsih, S.Si, MT, menjelaskan bahwa tren pertumbuhan ini menunjukkan arah yang sangat positif secara konsisten.

"Realisasi investasi sebesar Rp1,15 triliun ini berasal dari 2.637 proyek. Jika kita bandingkan secara year-on-year (YoY), ada pertumbuhan sebesar 16,60 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," ujar Triana dalam sesi jumpa pers, Kamis 7 Mei 2026.

Serapan Tenaga Kerja dan Sektor Unggulan

Pertumbuhan modal ini berdampak langsung pada sektor riil, terutama dalam hal ketersediaan lapangan kerja. Triana merinci bahwa realisasi investasi pada awal tahun ini mampu menyerap hingga 3.438 tenaga kerja lokal. Adapun komposisi modal terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp639 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp512 miliar.

Ada lima sektor utama yang menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi kali ini. Sektor Industri Lainnya (seperti furniture dan alat kesehatan) menempati urutan pertama dengan nilai Rp449,8 miliar. Disusul oleh sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi senilai Rp175,1 miliar.

Sektor jasa penunjang pariwisata seperti hotel dan restoran juga tetap menunjukkan tajinya dengan sumbangan sebesar Rp138 miliar. Hal ini menandakan bahwa meski sektor industri mulai merangkak naik, Sleman tetap tidak kehilangan pesona wisatanya di mata para pemilik modal.

Proyeksi Kawasan Strategis Baru

Advertisement

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sleman sudah memetakan beberapa wilayah potensial untuk terus mendongkrak angka investasi. Keberadaan pintu tol Prambanan diprediksi akan menjadi hub wisata strategis yang menghubungkan DIY dan Jawa Tengah.

"Kami melihat potensi besar di wilayah Prambanan, tidak hanya sebagai destinasi, tapi juga sebagai pusat produk kreatif dan souvenir. Selain itu, pengembangan agrowisata di wilayah Sleman Barat seperti Sendangarum dan Sumberagung juga menjadi perhatian khusus agar pembangunan ekonomi lebih inklusif dan merata," pungkas Triana.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id