Lifestyle . 14/04/2026, 18:40 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.jogja.id - Indonesia bersiap menyambut era baru energi terbarukan melalui kehadiran Bobibos, bahan bakar nabati (BBN) yang memanfaatkan limbah pertanian secara total. Bahan bakar yang rilis perdana pada November 2025 ini mengklaim memiliki nilai oktan (RON) 98, setara dengan bahan bakar mesin high-end, namun dengan proses produksi yang sepenuhnya berbasis nabati.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan perhatian serius terhadap inovasi ini. Otoritas terkait kini mewajibkan Bobibos menjalani serangkaian uji teknis guna memastikan kelayakan dan keamanannya bagi mesin kendaraan di tanah air.
Mandat Uji Jalan dan Standarisasi Teknis
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa setiap bahan bakar baru yang ingin masuk ke pasar nasional harus melewati pengujian ketat. Fokus utama pengujian kali ini menyasar pada performa mesin, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Kami akan memfokuskan tes pada kendaraan mobil dan motor. Bobibos harus mengikuti serangkaian pengujian agar valid menjadi solusi pengganti bahan bakar fosil," tegas Laode Sulaeman dalam keterangan resminya, Selasa 14 April 2026.
Guna mempercepat proses tersebut, Kementerian ESDM telah membentuk tim teknis khusus yang melibatkan jajaran Direktur Teknik dan Lingkungan Migas bersama pihak pengembang Bobibos. Selain urusan performa mesin, produk ini juga wajib mengurus legalitas izin penjualan agar dapat beredar secara resmi di masyarakat.
Keunikan utama Bobibos terletak pada bahan bakunya yang memanfaatkan jerami padi. Selama ini, petani cenderung membakar sisa panen tersebut yang justru memicu polusi udara. Pembina Bobibos, Mulyadi, menilai kehadiran bahan bakar ini akan memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi sektor pertanian.
"Dengan hadirnya Bobibos, petani bisa tersenyum dua kali. Selain hasil panen beras, kini limbah jerami mereka memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai bahan baku energi," ungkap Mulyadi.
Menanggapi arahan pemerintah, Founder Bobibos, Iklas Thamrin, menyatakan kesiapan penuh untuk menjalani seluruh tahapan verifikasi. Ia mengklaim bahwa secara internal, timnya telah melakukan uji jalan pada berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, mesin diesel, hingga truk bermuatan besar.
Iklas optimis bahwa hasil uji laboratorium dan uji jalan dari pemerintah akan memperkuat posisi Bobibos sebagai alternatif BBM yang lebih murah dan ramah lingkungan. Jika berhasil mengantongi izin, Bobibos berpotensi besar menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah sekaligus menurunkan emisi karbon secara nasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media