Sport . 06/05/2026, 21:37 WIB

FIFA Perluas Sanksi Global: Gianluca Prestianni Terancam Absen Bela Argentina di Piala Dunia 2026

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi mengonfirmasi pemberlakuan sanksi global bagi penyerang sayap Benfica, Gianluca Prestianni, pada Rabu 6 Mei 2026. Keputusan ini memastikan bahwa pemain muda asal Argentina tersebut akan melewatkan dua pertandingan awal Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat jika masuk dalam skema pelatih Lionel Scaloni.

Keputusan FIFA ini merupakan tindak lanjut atas sanksi enam pertandingan yang sebelumnya dijatuhkan oleh UEFA dua pekan lalu. Otoritas sepak bola Eropa tersebut menghukum Prestianni akibat pelecehan verbal terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam kompetisi Liga Champions. Saat melakukan penghinaan tersebut, Prestianni terlihat menutupi mulutnya menggunakan jersey untuk menyamarkan ucapannya.

Dampak Sanksi bagi Skuad Argentina

Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk memenuhi permintaan UEFA guna memperluas efek hukuman tersebut ke luar kompetisi Eropa, termasuk turnamen Piala Dunia yang akan bergulir bulan depan. "Komite Disiplin FIFA telah memutuskan untuk memperluas larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA pada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, agar memiliki efek di seluruh dunia," bunyi pernyataan resmi FIFA.

Kepastian ini membuat posisi Prestianni di tim nasional Argentina menjadi tanda tanya besar. Tim berjuluk Albiceleste tersebut dijadwalkan memulai perjuangan mempertahankan gelar juara dunia melawan Aljazair pada 17 Juni di Kansas City, disusul laga melawan Austria lima hari kemudian di Arlington, Texas. Prestianni sendiri baru mencatatkan satu penampilan untuk timnas senior Argentina dalam laga persahabatan November lalu.

Kontroversi Penghinaan Verbal

Kasus ini bermula dari penyelidikan UEFA atas dugaan penghinaan rasial yang dilaporkan oleh Vinicius Junior dengan dukungan rekan setimnya, Kylian Mbappe. Mereka mengklaim Prestianni menggunakan istilah rasis dalam bahasa Spanyol yang berarti "monyet" sembari menutupi mulutnya dengan seragam.

Meskipun UEFA tidak dapat membuktikan adanya unsur rasial, Prestianni mengakui telah menggunakan cercaan homofobik. Sebagai dampak dari insiden ini, Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) baru-baru ini meloloskan aturan baru yang mengkategorikan tindakan menutupi mulut saat menghina lawan sebagai pelanggaran kartu merah di Piala Dunia.

Jika Prestianni tidak terpilih masuk skuad Piala Dunia Argentina, sisa masa hukumannya akan tetap berlaku pada kompetisi tingkat Eropa musim depan.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com