News . 07/05/2026, 14:57 WIB

Investasi Rp200 Miliar Kereta Gantung Prambanan Siap Melejit, Kini Menunggu Restu Sri Sultan

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Proyek ambisius pembangunan kereta gantung bertajuk Prambanan Heritage Skyline di kawasan Sleman Timur terus menunjukkan progres administratif yang signifikan. Investasi jumbo senilai Rp200 miliar ini diproyeksikan menjadi ikon baru pariwisata Yogyakarta yang menghubungkan deretan situs bersejarah dan bentang alam eksotis.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Triana Wahyuningsih, mengungkapkan bahwa antusiasme investor sangat tinggi untuk segera merealisasikan proyek ini. Namun, langkah eksekusi di lapangan saat ini tinggal menunggu satu restu krusial.

"Realisasi tinggi, saat ini tinggal menunggu izin dari Sri Sultan saja," ujar Triana saat memberikan keterangan terbaru mengenai kelanjutan proyek strategis tersebut, Kamis 7 Mei 2026.

Menjaga Kelestarian Kawasan Geo-Heritage

Pemerintah Kabupaten Sleman menekankan bahwa pembangunan transportasi gantung sepanjang 4 kilometer ini tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan. Mengingat lokasi proyek berada di area geo-heritage, desain konstruksi akan dibuat selaras dengan bentang lahan yang ada tanpa merusak ekosistem asli.

Jalur kereta gantung ini nantinya akan membentang indah, menghubungkan Candi Banyunibo sebagai titik keberangkatan, melewati transit di Candi Miri, dan berakhir di destinasi populer Tebing Breksi. Total pengembangan area yang terintegrasi ini mencapai luas 81,35 hektare.

Triana memastikan bahwa kegiatan pembangunan ini tidak bersifat masif. "Kawasan Sleman timur adalah geo-heritage, jadi harus tetap selaras dengan kondisi alam dan tidak mengganggu bentang lahan yang sudah ada," tegasnya.

Penyelesaian Kendala Lahan dan Perizinan

Meski investor telah mengantongi izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk tiga KBLI, tantangan administrasi terkait status Lahan Sawah Dilindungi (LSD) masih menjadi fokus penyelesaian. Sebagian lahan di Kalurahan Bokoharjo dan Sambirejo memang berstatus LSD, sehingga koordinasi intensif dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) terus berjalan.

Sebelumnya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, juga telah menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan struktur bangunan kereta gantung sama sekali tidak mengintervensi atau mengganggu situs-situs cagar budaya di sekitarnya.

"Investor sudah siap dan kami terus berproses. Saat ini fokus kami adalah persiapan paparan ke tingkat provinsi untuk memastikan semua regulasi terpenuhi," kata Harda.

Daya Ungkit Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

Selain wahana kereta gantung, kawasan ini bakal dilengkapi dengan fasilitas penunjang modern seperti kafe, restoran, hingga mini zoo. Kehadiran infrastruktur pendukung seperti jalan tembus Prambanan-Wonosari dan rencana pintu tol Prambanan diyakini akan mempercepat popularitas destinasi ini.

Pemerintah setempat optimis proyek ini akan memberikan efek domino pada pendapatan daerah melalui pajak hiburan serta pemberdayaan UMKM lokal. Warga di Kalurahan Bokoharjo dan Sambirejo diharapkan menjadi aktor utama yang merasakan dampak positif dari lonjakan kunjungan wisatawan di masa depan.


           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com