Edukasi . 30/04/2026, 10:02 WIB

Pendidikan Tergusur Infrastruktur: Nasib Siswa SDN Nglarang yang Terhimpit Proyek Tol

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.jogja.co.id – Deru mesin alat berat kini menjadi teman sehari-hari para siswa di SD Negeri Nglarang, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Gedung sekolah mereka mulai dibongkar demi memuluskan proyek strategis nasional Jalan Tol Jogja-Solo sejak akhir pekan lalu. Kondisi ini memaksa pihak sekolah memindahkan kegiatan belajar mengajar (KBM) ke ruang-ruang darurat yang terbatas.

Sejak Senin 27 April 2026, ruang kelas IV kini berpindah ke perpustakaan sekolah. Sementara itu, siswa kelas V dan VI harus berbagi tempat di aula yang hanya dibatasi sekat seadanya. Pembongkaran tersebut menyasar tiga ruang kelas utama, dapur, hingga fasilitas sanitasi.

Kepala SDN Nglarang, Endah Sri Sulistyowati, mengonfirmasi bahwa penataan ulang ruang belajar ini merupakan langkah darurat agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi meski fasilitas utama telah tiada.

"Untuk kelas 4, 5, 6 ini sementara kita pindahkan. Kelas 4 di perpustakaan kemudian kelas 5 dan 6 ini kami tempatkan di aula yang kami tata sedemikian rupa," ujar Endah saat menjelaskan kondisi sekolah, Kamis 30 April 2026.

KBM di Tengah Kebisingan Proyek

Keterbatasan ruang menjadi tantangan besar bagi para guru. Penggunaan aula sebagai ruang kelas ganda membuat suara antarkelas saling tumpang tindih, sehingga konsentrasi siswa kerap terganggu. Selain masalah ruang, kebisingan dari aktivitas pembongkaran juga menjadi perhatian serius pihak sekolah.

Proses penghancuran gedung sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak Minggu pagi setelah pemasangan pagar proyek pada Sabtu sebelumnya. Endah menyebut pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pelaksana proyek untuk meminimalisir gangguan selama jam pelajaran berlangsung.

"Saya juga minta kalau pembongkaran pakai alat-alat yang berisik itu mohon agak siang kalau anak-anak sudah pulang," lanjutnya.

Keamanan siswa juga menjadi prioritas utama. Mengingat area sekolah kini menjadi zona konstruksi yang berbahaya, para guru memperketat pengawasan, terutama saat jam istirahat, guna mencegah anak-anak mendekati puing bangunan dan alat berat.

Menanti Kepastian Relokasi

Meski gedung sudah mulai dibongkar, masa depan lokasi permanen sekolah ini masih menggantung. Hingga saat ini, proses relokasi gedung baru masih tersendat di tingkat perizinan Pemerintah Provinsi.

Kondisi yang belum menentu ini memicu kekhawatiran akan efektivitas pembelajaran tatap muka ke depan. Jika situasi lingkungan sekolah semakin memburuk akibat polusi debu dan kebisingan yang meningkat, pihak sekolah sudah menyiapkan skenario terburuk.

"Jika kondisi tidak memungkinkan, sekolah membuka opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ)," tegas Endah.

Langkah membagikan masker kepada siswa menjadi upaya jangka pendek untuk menghalau debu konstruksi. Namun, tanpa percepatan izin relokasi, para siswa SDN Nglarang terancam terus menjalani masa sekolah mereka di ruang-ruang sempit dan bising tanpa kepastian kapan memiliki gedung baru yang layak.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com