Sport . 01/05/2026, 13:54 WIB

'Jangan Pernah Khianati PSIM,' Pesan Haru Razzi Taruna Saat Pamit dari Kursi Manajer

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

Tinggalkan Jabatan Usai Tiga Tahun Mengabdi, Razzi Taruna Sampaikan Salam Perpisahan Mendalam
jogja.fin.co.id – Kabar mengejutkan melanda kubu PSIM Jogja tepat pada peringatan Hari Buruh Internasional, Jumat, 1 Mei 2026. Hanya beberapa jam setelah peluit panjang berbunyi dalam kekalahan 0-1 melawan Persita Tangerang, sang manajer tim, Razzi Taruna, mengumumkan pengunduran dirinya dari jajaran manajemen Laskar Mataram.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Razzi menyampaikan salam perpisahan yang sangat emosional. Keputusan ini terasa cukup mendadak bagi publik sepak bola Yogyakarta, mengingat posisi PSIM yang saat ini tengah berjuang keras mengamankan poin di sisa kompetisi Super League 2025/2026.

Selama tiga tahun mengawal klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta, Razzi telah melalui banyak momen bersejarah. Ia menjadi saksi sekaligus aktor di balik bangkitnya kejayaan klub yang sempat lama tertidur.

"Mulai dari juara Liga 2, kembali promosi ke Liga 1 setelah 18 tahun penantian, dan sedikit lagi memastikan untuk bertahan di Super League di tahun pertama PSIM kembali di kasta tertinggi," tulis Razzi dalam pesan tersebut, Kamis 30 April 2026.

Dedikasi Tanpa Batas untuk Brajamusti dan The Maident

Dalam narasi pamitannya, Razzi memberikan tempat khusus bagi para suporter setia, Brajamusti dan The Maident. Baginya, loyalitas suporter adalah ruh yang membuat PSIM tetap berdiri tegak hingga saat ini. Sembari memohon maaf atas segala kekurangan, ia menegaskan bahwa setiap langkah yang ia ambil selalu mengutamakan kepentingan klub.

Ia mengungkapkan bahwa keputusannya untuk menyudahi kebersamaan ini diambil setelah pertimbangan yang sangat matang demi pengembangan karir profesional pribadinya.

"Percayalah, di atas semua ketidaksempurnaan itu, saya selalu perjuangkan mati-matian dan kedepankan PSIM di atas segalanya," tegas Razzi dengan penuh rasa hormat.

Secara emosional, Razzi juga mengenang awal perjalanannya yang dimulai di usia 22 tahun atas kepercayaan CEO PSIM Jogja, Yuliana Tasno. Ia merasa berterima kasih karena kesempatan tersebut telah membuka jalan lebar baginya di industri sepak bola nasional.

Pesan Terakhir: Jaga Kesucian PSIM

Menutup lembaran kisahnya bersama Laskar Mataram, Razzi menitipkan sebuah pesan krusial bagi siapa pun yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinannya maupun mereka yang masih berada di dalam klub. Ia meminta agar rasa cinta suporter yang begitu besar tidak dikhianati oleh kepentingan-kepentingan di luar sepak bola.

"Pesan terakhir saya, untuk semua elemen yang ada di dalam klub, atau pun yang akan datang, jangan pernah sekalipun khianati PSIM. Karena cinta mereka sangat amat besar, dan mereka tidak akan pernah sekalipun meninggalkan kebanggaannya," pesannya.

Hingga saat ini, manajemen PSIM Jogja belum memberikan tanggapan resmi mengenai siapa sosok yang akan menggantikan posisi strategis yang ditinggalkan Razzi. Kepergian Razzi Taruna tentu menjadi kehilangan besar sekaligus tantangan baru bagi stabilitas internal tim di tengah ketatnya persaingan papan bawah kasta tertinggi.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com