Sport . 01/05/2026, 13:22 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
Jogja.fin.co.id - Publik sepak bola Yogyakarta tersentak oleh kabar mengejutkan dari internal manajemen PSIM Jogja. Hanya berselang beberapa jam setelah kekalahan tipis 0-1 dari Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Manajer PSIM Razzi Taruna secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan tersebut.
Langkah pengunduran diri ini ia sampaikan langsung melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat 1 Mei 2026. Keputusan ini tergolong mendadak mengingat Laskar Mataram tengah berjuang keras untuk mengamankan posisi di klasemen Super League 2025/2026.
Dalam unggahan yang penuh emosi, Razzi merefleksikan perjalanan tiga tahunnya bersama klub kebanggaan warga Jogja tersebut. Ia mencatat sejumlah tonggak sejarah yang berhasil dicapai selama masa jabatannya.
"Mulai dari juara Liga 2, kembali promosi ke Liga 1 setelah 18 tahun penantian, dan sedikit lagi memastikan untuk bertahan di Super League di tahun pertama PSIM kembali di kasta tertinggi," tulis Razzi dalam pesan pamitannya.
Razzi Taruna tidak lupa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada basis massa pendukung setia PSIM, yakni Brajamusti dan The Maident. Ia mengakui bahwa dukungan suporter adalah energi utama klub selama ia menjabat. Selain rasa terima kasih, Razzi juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang terjadi selama masa kepemimpinannya.
Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang ia ambil selama ini selalu didasari oleh kecintaan dan upaya maksimal untuk kejayaan Laskar Mataram.
"Percayalah, di atas semua ketidaksempurnaan itu, saya selalu perjuangkan mati-matian dan kedepankan PSIM di atas segalanya. Atas pertimbangan yang sangat berat dan matang, saya memutuskan untuk menyudahi kebersamaan saya dengan PSIM untuk mencari tantangan yang baru," ujarnya lagi.
Secara khusus, Razzi menyampaikan rasa terima kasih kepada CEO PSIM Jogja, Yuliana Tasno. Ia merasa beruntung karena diberikan kepercayaan mengemban jabatan manajer di usia yang sangat muda, yakni 22 tahun. Menurutnya, kesempatan tersebut telah membuka pintu bagi karir profesionalnya di industri sepak bola tanah air.
Sebagai penutup, Razzi menitipkan pesan krusial bagi seluruh elemen yang ada di dalam maupun yang akan bergabung dengan PSIM kelak. Ia meminta agar tidak ada satu pun orang yang mengkhianati klub, mengingat besarnya cinta yang dimiliki oleh para pendukung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PSIM Jogja belum merilis pernyataan resmi terkait pengunduran diri Razzi Taruna. Belum diketahui secara pasti siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai manajer sementara atau manajer tetap untuk mengisi kekosongan posisi strategis tersebut di sisa musim kompetisi.
Keluarnya Razzi menjadi pekerjaan rumah baru bagi manajemen untuk menjaga stabilitas tim agar tidak terganggu dalam misi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media