News . 01/05/2026, 22:35 WIB

Tragedi Iring-Iringan Haji di Grobogan: Mobil Keluarga Disambar KA Argo Bromo, 4 Tewas

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Suasana haru keberangkatan calon jemaah haji di Kabupaten Grobogan berubah menjadi duka mendalam. Sebuah mobil Toyota Avanza yang membawa rombongan pengantar haji mengalami kecelakaan maut setelah dihantam Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di perlintasan swadaya Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Jumat 1 Mei 2026 dini hari.

Insiden nahas yang terjadi pada pukul 02.52 WIB tersebut menelan empat korban jiwa dari total sembilan penumpang di dalam mobil berpelat nomor H-1060-ZP. Ironisnya, seluruh korban merupakan satu ikatan keluarga besar yang tengah mengantarkan pasangan calon haji, Sadi dan Wartini, menuju embarkasi.

Kepala Dusun Sidorejo, Heri Siswanto, mengonfirmasi bahwa rombongan tersebut awalnya terdiri dari iring-iringan enam kendaraan, termasuk bus. Mobil yang terlibat kecelakaan berada di urutan kedua, tepat di belakang mobil utama yang mengangkut pasangan calon haji.

Kronologi Mesin Mati di Tengah Rel

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa bermula saat mobil melaju dengan kecepatan sedang dari arah selatan menuju utara. Namun, saat berada tepat di atas rel perlintasan sebidang yang tidak dijaga secara resmi, mesin mobil mendadak mati.

"Toyota Avanza tersebut berhenti atau mengalami mati mesin di jalur rel sebelah selatan. Pada saat yang sama, KA Argo Bromo Anggrek meluncur cepat dari arah barat menuju timur," ujar Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, mewakili Kasat Lantas AKP Kumala Enggar Anjarani.

Lantaran jarak kereta yang sudah terlalu dekat, masinis tidak mampu melakukan pengereman mendadak. Benturan keras pada bodi depan sisi kiri mengakibatkan mobil terpental sejauh 20 meter, menghantam tiang telepon, hingga akhirnya terjatuh ke area persawahan warga.

Satu Balita dan Besan Turut Menjadi Korban

Empat korban meninggal dunia dalam tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga Sadi dan Wartini. Heri Siswanto merinci bahwa salah satu korban tewas adalah cucu pasangan calon haji tersebut yang masih berusia tiga tahun. Selain itu, seorang kerabat yang berstatus sebagai besan asal Kecamatan Godong juga dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

"Mobil pertama yang mengangkut calon jemaah haji sudah melintas lebih dulu dengan selamat. Nahas, mobil kedua inilah yang tersambar. Dari sembilan penumpang, empat meninggal," jelas Heri.

Pasca kejadian, mayoritas rombongan memilih membatalkan perjalanan mereka ke Solo. Hanya satu kendaraan yang tetap melanjutkan perjalanan untuk mendampingi pasangan calon jemaah haji tersebut, sementara iring-iringan lainnya kembali ke rumah duka.

Evaluasi Perlintasan Sebidang Swadaya

Polres Grobogan kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait faktor teknis yang menyebabkan mesin mobil mati secara tiba-tiba di atas rel. Tragedi ini kembali menyoroti risiko tinggi pada perlintasan kereta api swadaya atau perlintasan tanpa palang pintu otomatis yang tersebar di wilayah pedesaan.

Petugas mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta berhenti sejenak untuk menengok kanan-kiri sebelum melintasi jalur kereta api, terutama pada jam-jam rawan dini hari.


           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com