News . 03/05/2026, 15:42 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan keprihatinan mendalam atas terseretnya tokoh senior Amien Rais dalam pusaran disinformasi. Qodari menilai Amien Rais, yang merupakan seorang akademisi bergelar profesor doktor, justru telah menjadi korban dari konten hoaks yang beredar di media sosial.
Menurut Qodari, tudingan tajam yang dilayangkan Amien Rais terhadap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersumber dari interpretasi keliru terhadap sebuah konten manipulatif. Ia menyebut Amien terkecoh oleh sebuah video yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk menciptakan narasi yang tidak autentik.
Qodari membeberkan bahwa dasar penilaian Amien Rais muncul setelah melihat unggahan video yang memuat lagu berjudul "Aku Bukan Teddy". Dalam video tersebut, terdapat anggapan keliru yang menyangka penyanyinya adalah Titiek Soeharto, padahal konten tersebut hanyalah materi hiburan semata.
"Prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks," ungkap Qodari dalam keterangannya, Minggu 3 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa video yang dijadikan rujukan oleh Amien Rais sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena hanya berisi kolase gambar yang tidak saling berkaitan.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para tokoh publik mengenai pentingnya prinsip kehati-hatian dan verifikasi ketat sebelum melontarkan pernyataan sensitif. Qodari menyoroti bagaimana kecanggihan teknologi AI masa kini mampu mengaburkan batas antara fakta dan fiksi, bahkan bagi individu dengan latar belakang pendidikan tinggi sekalipun.
"Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bahaya dari AI, bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks," tegas Qodari. Ia menambahkan bahwa seluruh landasan argumen Amien Rais mengenai kedekatan Presiden Prabowo dan Seskab Teddy yang dipersoalkan tersebut sepenuhnya berdiri di atas data yang salah.
Sebelumnya, pihak Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Meutya Hafid juga telah melabeli konten Amien Rais sebagai narasi fitnah dan pembunuhan karakter. Pemerintah mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap konten manipulatif yang sengaja dirancang untuk menciptakan kegaduhan publik dan menurunkan martabat pimpinan negara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media