Lifestyle . 03/05/2026, 12:40 WIB

Menyesap Kopi Merapi di Atas Tanah Vulkanik: Sensasi Ngopi Tradisional di Tengah Sisa Erupsi

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Yogyakarta selalu punya magnet tersendiri bagi para pencinta kopi. Bukan sekadar menawarkan rasa, salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah Warung Kopi Merapi. Terletak di Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan, tempat ini menawarkan pengalaman menyesap kafein di atas sisa-sisa keganasan erupsi besar tahun 2010.

Berbeda dengan kafe modern di pusat kota, Warung Kopi Merapi berdiri sebagai simbol resiliensi warga lokal. Sang pemilik membangun warung ini menggunakan material sisa erupsi seperti batu dan pasir vulkanik yang melimpah di sekitarnya. Sejak resmi beroperasi pada November 2012, tempat ini menjadi titik singgah favorit bagi wisatawan yang mengikuti Lava Tour menggunakan jeep maupun motor trail.

Keunggulan Kopi Organik dari Tanah Vulkanik

Daya tarik utama tempat ini terletak pada bahan bakunya. Biji kopi yang disajikan tumbuh langsung di tanah vulkanik lereng Merapi, yang dikenal kaya akan mineral. Hal ini memberikan karakteristik rasa yang unik dan kuat, baik untuk jenis Arabika maupun Robusta.

"Kopi Merapi diproduksi secara organik oleh Koperasi Usaha Bersama (KUB) Kebun Makmur, sehingga aman dari pencemaran bahan kimia," sebagaimana dijelaskan dalam profil produk unggulannya di laman Dinas Pariwisata Sleman. Selain faktor tanah, proses pengolahannya pun masih mempertahankan tradisi lama. Biji kopi disangrai menggunakan wajan tanah liat dengan bahan bakar kayu bakar, menghasilkan aroma asap yang khas dan autentik.

Suasana Alam yang Eksotis namun Menantang

Berada di jalur utama menuju petilasan rumah almarhum Mbah Maridjan, pengunjung akan disuguhi pemandangan gagahnya puncak Merapi jika cuaca sedang cerah. Udara sejuk pegunungan menjadi pendamping setia saat menikmati secangkir kopi panas dan aneka gorengan hangat.

Namun, pengunjung harus bersiap dengan suasana yang cukup berdebu. Karena lokasinya berada di area tambang dan jalur wisata, debu seringkali berhamburan saat truk pasir atau jeep melintas. Meski begitu, hal tersebut justru menambah kesan eksotis dan nyata dari kehidupan di lereng gunung api paling aktif di Indonesia tersebut.

Untuk mencapai lokasi, wisatawan cukup menempuh perjalanan dari Jalan Kaliurang menuju arah Pakem, lalu mengambil jalur ke Cangkringan. Ikuti petunjuk arah menuju Desa Wisata Petung, dan Anda akan menemukan satu-satunya bangunan semi-permanen yang berdiri kokoh di tengah hamparan pasir vulkanik tersebut.


           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com