Sport . 04/05/2026, 09:01 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Euforia menyelimuti Bumi Sembada setelah PSS Sleman memastikan diri kembali berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1 (Super League), musim depan. Kepastian ini menyusul kemenangan telak Laskar Sembada atas PSIS Semarang dengan skor 3-0 dalam laga krusial di Stadion Maguwoharjo, Minggu 3 Mei 2026.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi olahraga, tetapi juga membuka lembaran baru rivalitas panas bertajuk Derby DIY. Pasalnya, PSS Sleman akan bersanding dengan PSIM Jogja yang juga berkompetisi di level yang sama musim depan.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian tim kebanggaan masyarakat Sleman tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari doa dan dukungan seluruh elemen warga.
"Pemerintah Kabupaten Sleman sangat bersyukur. Doa masyarakat untuk melihat PSS kembali ke Liga 1 akhirnya dikabulkan dengan cara yang luar biasa," ujar Harda usai pertandingan.
Harda menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin PSS Sleman hanya sekadar "numpang lewat" di Liga 1. Ia mengingatkan manajemen untuk mengambil pelajaran berharga dari kegagalan di musim-musim sebelumnya yang berujung pada degradasi.
Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, baik dari sisi fasilitas maupun pendampingan moral. Harda merencanakan pertemuan khusus dengan manajemen tim dalam waktu dekat untuk menyusun strategi menghadapi kompetisi kasta tertinggi yang lebih kompetitif.
"Kami akan duduk bersama manajemen untuk membahas langkah-langkah strategis ke depan. Fasilitas dan dukungan akan kami optimalkan sesuai regulasi yang berlaku," tambahnya.
Sorotan utama pasca-promosinya PSS Sleman adalah potensi pertemuan dengan sang tetangga, PSIM Jogja. Menanggapi hal ini, Harda Kiswaya secara khusus mengajak kedua kelompok suporter untuk mengedepankan semangat persaudaraan atau seduluran.
Ia berharap rivalitas yang tercipta di lapangan hijau tetap berada dalam koridor olahraga yang sehat. Harda menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sleman, Pemerintah Kota Jogja, dan aparat keamanan untuk menjamin jalannya pertandingan yang kondusif.
"Olahraga itu kompetisi sehat. Kita harus membuang jauh-jauh rivalitas negatif karena pada dasarnya kita semua adalah saudara. Saya akan berkoordinasi dengan Penjabat Wali Kota Jogja demi memastikan derby nanti aman dan nyaman bagi semua penonton," tegas Harda.
Selain faktor keamanan, Harda juga menyoroti aspek ekonomi dan atmosfer pertandingan. Ia sangat berharap pihak berwenang dapat memberikan izin kehadiran suporter secara maksimal dalam laga derby mendatang.
Menurutnya, sebuah pertandingan besar akan terasa hambar tanpa riuh dukungan suporter di tribun. Selain meningkatkan motivasi pemain, kehadiran penonton secara langsung juga menjadi sumber pendapatan vital bagi keberlangsungan finansial klub.
"Derby tanpa suporter itu tidak gayeng. Kami berharap ada evaluasi kebijakan kuota penonton agar atmosfer sepak bola Jogja kembali hidup dan klub mendapatkan pemasukan yang semestinya," tutup Harda.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media