News . 05/05/2026, 21:56 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Misteri penyebab tumbangnya ratusan pelajar di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya terpecahkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten secara resmi mengumumkan bahwa bakteri Bacillus Sp menjadi dalang di balik gejala massal yang menimpa sekitar 500 siswa dan guru di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, mengonfirmasi temuan ini berdasarkan hasil pengujian sampel di Balai Besar Labkesmas. Tim ahli menemukan kontaminasi bakteri tersebut pada sejumlah komponen makanan yang disajikan kepada para siswa pada Selasa, 28 April lalu.
"Sampel telur puyuh, galantin, hingga kuah timlo dinyatakan positif mengandung Bacillus Sp," ujar Anggit Budiarto dalam keterangannya, Selasa 5 Mei 2026.
Pihak otoritas kesehatan menjelaskan bahwa Bacillus Sp memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan bakteri E. coli yang umumnya mencemari air. Bakteri Bacillus Sp memiliki kemampuan unik untuk berproses melalui udara dan dapat meninggalkan spora yang sangat tahan banting.
Menurut Anggit, kontaminasi ini kemungkinan besar terjadi saat proses pengepakan makanan yang tidak memenuhi standar sanitasi yang baik. Spora yang ditinggalkan oleh bakteri inilah yang kemudian memicu reaksi keracunan pada sistem pencernaan manusia. Gejala yang timbul meliputi rasa mual yang hebat, pusing, muntah, hingga diare.
Kabar baik datang dari fasilitas layanan kesehatan setempat. Kepala Puskesmas Majegan, Efy Kusumawati, memastikan bahwa kondisi seluruh pasien yang terdampak kini telah membaik sepenuhnya. Meskipun sebelumnya terdapat sembilan siswa yang harus menjalani rawat inap, pihak Puskesmas mengonfirmasi bahwa seluruhnya sudah diperbolehkan pulang.
"Pasien terakhir sudah kembali ke rumah sejak hari Sabtu kemarin. Saat ini sudah tidak ada lagi korban yang menjalani perawatan medis," ungkap Efy.
Insiden ini bermula saat ratusan siswa SMPN 1 Tulung dan beberapa SD di sekitarnya menyantap menu sop galantin pada jam istirahat sekolah. Gejala mulai dirasakan para siswa sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, yang kemudian memicu kepanikan di kalangan orang tua.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, secara langsung memantau perkembangan kasus ini di lapangan. Ia mencatat bahwa penyebaran gejala tidak hanya terkonsentrasi di satu titik, melainkan merata di beberapa fasilitas kesehatan termasuk RS PKU Muhammadiyah Jatinom. Pemerintah daerah kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur penyediaan makanan bergizi gratis guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media