Sport . 05/05/2026, 06:52 WIB

Manchester City Tertahan di Markas Everton, Keuntungan Besar bagi Arsenal Menuju Juara

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co - Persaingan memperebutkan mahkota Liga Inggris musim ini mengalami pergeseran momentum yang signifikan. Manchester City harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 3-3 melawan tuan rumah Everton dalam laga penuh drama di Stadion Hill Dickinson, Senin 4 Mei 2026 waktu setempoat. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi skuat asuhan Pep Guardiola karena membuat mereka tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.

Meski Manchester City masih memiliki tabungan satu pertandingan lebih banyak, kehilangan dua poin krusial ini membuat kendali juara kini beralih sepenuhnya ke tangan Arsenal. The Gunners hanya perlu menjaga konsistensi dalam tiga laga sisa mereka untuk mengunci gelar musim ini.

"Hasil ini sangat menyakitkan. Kami kehilangan dua poin berharga, tetapi kami akan terus berjuang hingga akhir karena satu poin pun bisa menjadi penentu di pengujung musim nanti," ujar pencetak gol City, Jeremy Doku, pascalaga.

City Dominan, Everton Memberi Kejutan Balasan

Manchester City sebenarnya tampil sangat dominan pada paruh pertama dengan penguasaan bola yang mencapai 70 persen. Namun, rapatnya barisan pertahanan Everton membuat City kesulitan mengonversi peluang. Kebuntuan baru pecah pada menit ke-42 saat Jérémy Doku melepaskan tembakan melengkung indah yang gagal dihalau kiper lawan.

Memasuki babak kedua, situasi berbalik drastis. Everton tampil lebih agresif dan berhasil mengeksploitasi celah di lini belakang City. Kesalahan koordinasi antara bek Marc Guéhi dan kiper Gianluigi Donnarumma dimanfaatkan dengan sempurna oleh Thierno Barry untuk menyamakan kedudukan.

Tekanan tuan rumah tidak berhenti di situ. Jake O’Brien membawa Everton berbalik unggul lewat sundulan tajam dari skema sepak pojok, sebelum akhirnya Thierno Barry mencetak gol keduanya pada menit ke-81. Skor 3-1 sempat membuat pendukung City tertunduk lesu.

Kebangkitan Menit Akhir dan Dilema David Moyes

Mental juara Manchester City berbicara di sisa waktu pertandingan. Erling Haaland memicu harapan tim tamu lewat golnya yang ke-25 musim ini pada menit-menit akhir waktu normal. Puncaknya, pada menit ketujuh masa injury time, Jérémy Doku kembali menjadi penyelamat lewat aksi individu ciamik yang menutup laga dengan skor imbang 3-3.

Pelatih Everton, David Moyes, mengaku kecewa dengan kegagalan timnya mempertahankan keunggulan dua gol di menit akhir. "Kami menghukum diri sendiri dengan pertahanan yang buruk pada menit-menit krusial. Meski satu poin melawan City adalah hasil yang adil jika melihat babak pertama, namun saat Anda unggul 3-1, Anda tentu berharap kemenangan," tutur Moyes.

Krisis Chelsea Berlanjut di Stamford Bridge

Di pertandingan lain, awan mendung masih menyelimuti Chelsea. Klub asal London Barat tersebut menelan kekalahan keenam berturut-turut setelah dipermalukan Nottingham Forest dengan skor 1-3. Kekalahan ini praktis menutup harapan Chelsea untuk bersaing memperebutkan tiket kompetisi Eropa musim depan.

Taiwo Awoniyi menjadi bintang bagi Forest dengan sumbangan dua golnya, sementara satu gol tambahan dicetak oleh Igor Jesus melalui titik putih. Sebaliknya, Chelsea hanya mampu membalas satu gol lewat aksi akrobatik Joao Pedro di masa tambahan waktu. Kekalahan ini membuat posisi interim pelatih Calum McFarlane semakin tertekan di bawah bayang-bayang boikot para pendukung sendiri di Stamford Bridge.


           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com