News . 05/05/2026, 06:33 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Stasiun Klimatologi BMKG Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan laporan terbaru mengenai analisis sebaran curah hujan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Berdasarkan pantauan data real-time, kondisi cuaca di DIY pada Selasa, 5 Mei 2026, menunjukkan tren yang relatif stabil dengan dominasi cuaca cerah hingga berawan di sebagian besar kabupaten dan kota.
Meskipun sebagian besar wilayah masuk dalam kategori tidak hujan, BMKG memberikan catatan khusus untuk wilayah bagian utara. Berdasarkan pengamatan visual pada infografis curah hujan harian, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan yang menyasar dua kabupaten utama, yakni Sleman dan Kulon Progo.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa wilayah Sleman bagian utara, khususnya di Kapanewon Turi, mencatat intensitas hujan paling tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Pos Hujan Tunggularum merekam curah hujan sebesar 4 mm/hari. Angka ini masih masuk dalam kategori hujan ringan dengan rentang akumulasi 0.5 hingga 20 mm/hari.
Selain Turi, beberapa titik di lereng Gunung Merapi seperti Pakem dan Cangkringan juga terpantau memiliki kelembapan udara yang cukup tinggi, sehingga peluang terjadinya gerimis pada sore hari masih cukup besar. Masyarakat yang beraktivitas di area wisata lereng Merapi pun tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang tiba-tiba.
Bergeser ke wilayah barat, Kulon Progo bagian utara seperti Samigaluh dan Kalibawan juga menunjukkan potensi hujan ringan serupa dengan wilayah Sleman. Karakteristik geografis yang berada di perbukitan Menoreh memicu pertumbuhan awan hujan lokal yang bersifat fluktuatif.
Sementara itu, untuk wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Gunungkidul, BMKG memprediksi cuaca akan didominasi oleh kondisi cerah berawan. Wilayah Yogyakarta bagian selatan secara umum masuk dalam kategori tidak terukur hujannya, sehingga aktivitas luar ruangan diprediksi dapat berjalan tanpa kendala cuaca yang berarti.
BMKG melalui kampanye #InfoKlimJogja terus mengajak masyarakat untuk peduli terhadap perubahan iklim lokal. Meski saat ini curah hujan mulai berkurang di beberapa titik, variasi cuaca harian tetap perlu menjadi perhatian, terutama bagi sektor pertanian dan transportasi.
Pihak Stasiun Klimatologi Yogyakarta menyarankan warga untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi guna mendapatkan data akurat mengenai suhu udara, kelembapan, dan arah angin yang senantiasa berubah mengikuti dinamika atmosfer di wilayah selatan Jawa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media