News . 05/05/2026, 20:49 WIB

Sleman Kekurangan Stok Sapi Jelang Iduladha, Ratusan Pasar Tiban Bakal Dipantau Ketat

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Kabupaten Sleman menghadapi tantangan serius terkait pemenuhan kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman melaporkan bahwa pasokan sapi lokal saat ini belum mampu mencukupi tingginya permintaan masyarakat. Fenomena kekurangan stok ini juga terjadi pada komoditas domba, sementara stok kambing justru mengalami surplus.

Plt Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, mengungkapkan bahwa populasi sapi yang tersedia saat ini hanya mencapai 3.800 ekor. Padahal, kebutuhan total sapi untuk wilayah Sleman diprediksi menyentuh angka 9.000 hingga 10.000 ekor, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 5.000 sampai 6.000 ekor.

"Kami mempersilahkan para pedagang di pasar hewan untuk mendatangkan hewan kurban dari luar daerah guna menutup kekurangan tersebut," jelas Rofiq saat meninjau Pasar Hewan Gamping, Selasa 5 Mei 2026.

Domba Masih Kurang, Stok Kambing Justru Melimpah

Kondisi serupa membayangi stok domba di wilayah Bumi Sembada. DP3 Sleman mencatat ketersediaan domba hanya berada di angka 8.000 ekor, jauh di bawah angka kebutuhan masyarakat yang diproyeksikan mencapai 15.000 hingga 16.000 ekor. Berbeda nasib, stok kambing justru terpantau aman dan mengalami kelebihan pasokan dengan ketersediaan antara 4.000 hingga 4.500 ekor, sedangkan kebutuhan hanya berkisar 3.000 sampai 3.500 ekor.

Pemerintah memprediksi kekurangan ini akan tertutup melalui distribusi hewan di titik-titik penjualan non-permanen. Rofiq menyebutkan bahwa data akhir biasanya baru akan terlihat setelah "pasar tiban" mulai bermunculan di berbagai sudut wilayah Sleman menjelang hari raya.

Pengawasan Ketat 300 Titik Pasar Tiban

Mengantisipasi munculnya ratusan pedagang musiman, DP3 Sleman telah menyiapkan skema pengawasan kesehatan yang ketat. Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan akan muncul sekitar 300 titik pasar tiban di seluruh penjuru Kabupaten Sleman. Meskipun kondisi tahun ini dinilai lebih aman dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Antraks, pemerintah tidak ingin lengah.

DP3 Sleman segera menerjunkan tenaga lapangan untuk mendata sekaligus memantau kondisi fisik hewan kurban yang masuk. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap hewan yang dibeli masyarakat memenuhi syarat syariat dan standar kesehatan hewan.

Upaya Preventif Penularan Penyakit dari Luar Daerah

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa pemantauan rutin di kandang-kandang kelompok ternak terus berjalan secara periodik. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mengawasi arus masuknya ternak dari luar daerah yang dikhawatirkan membawa bibit penyakit.

"Persediaan kita tidak mungkin hanya mengandalkan dari dalam Sleman saja. Oleh karena itu, drop-drop-an sapi dari luar harus kita pantau terus sebagai upaya pencegahan PMK dan Antraks agar masyarakat tenang saat berkurban," tegas Danang.


           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com