News . 07/05/2026, 22:55 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Kabupaten Sleman tidak hanya menjadi primadona bagi pengusaha lokal, tetapi juga mulai menjadi magnet kuat bagi pemodal internasional. Pada Triwulan I tahun 2026, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang angka signifikan sebesar Rp512 miliar atau hampir separuh dari total realisasi investasi di Bumi Sembada.
Kehadiran modal asing ini membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari transfer teknologi hingga peningkatan kapasitas produksi berskala besar. Tercatat, ada lima negara yang menjadi penyumbang investasi terbesar di Sleman pada awal tahun ini.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Sleman, Triana Wahyuningsih, S.Si, MT, mengungkapkan bahwa Kepulauan Virgin Inggris memimpin di posisi pertama dengan nilai investasi Rp442,4 miliar. "Disusul oleh Singapura dengan Rp25,9 miliar, Belanda Rp19,8 miliar, Australia Rp8,2 miliar, dan Siprus sebesar Rp4,9 miliar," jelas Triana, Kamis 7 Mei 2026.
Daya tarik Sleman di mata investor dunia tidak lepas dari transformasi digital dalam sistem perizinan. Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengintegrasikan seluruh proses perizinan secara daring guna menciptakan iklim usaha yang transparan dan akuntabel.
Saat ini, DPMPTSP Sleman mengandalkan empat pilar aplikasi utama untuk melayani pelaku usaha:
OSS RBA: Untuk perizinan berusaha secara nasional.
SIMBG: Melayani proses PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan SLF secara reguler.
MPPD: Khusus untuk perizinan sektor kesehatan yang telah menerbitkan 3.275 izin sejak Maret 2025.
SINOM: Digunakan untuk 36 jenis perizinan non-berusaha lainnya dengan total 61.261 izin terbit hingga saat ini.
Strategi ini terbukti sangat efektif. Hingga 30 April 2026, jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan di Sleman telah mencapai 110.926. Menariknya, sektor Usaha Mikro Kecil (UMK) mendominasi dengan capaian 99 persen atau sebanyak 109.157 NIB.
Selain mengandalkan teknologi, Bupati Sleman juga berkomitmen melakukan reformasi regulasi dengan menyederhanakan Standar Operasional Prosedur (SOP). Langkah ini bertujuan memangkas alur birokrasi yang panjang demi memberikan kepastian waktu bagi para investor.
"Kami ingin menciptakan ekosistem investasi yang sehat melalui pemberian insentif dan kemudahan investasi, terutama bagi UMKM agar mereka bisa naik kelas dan bersinergi dengan investor besar," tambah Triana.
Dengan penguatan SDM yang profesional dan pembangunan infrastruktur yang terkoneksi hingga ke wilayah Barat dan Timur, Sleman optimis dapat terus menjaga tren positif investasi ini hingga akhir tahun mendatang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media